Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)
Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)
Buku “Hermeneutika dan Ilmu-Ilmu Humaniora” karya Paul Ricoeur merupakan salah satu karya monumental yang memberikan fondasi teoritis baru bagi pengembangan metodologi dalam kajian ilmu humaniora. Dalam buku ini, Ricoeur mengajukan bahwa hermeneutika, yang semula di kenal sebagai seni menafsir teks, telah berkembang menjadi teori menyeluruh mengenai interpretasi pengalaman manusia. Karya ini memadukan kekayaan perspektif filsafat kontinental dan metodologi ilmu sosial untuk menjawab tantangan fundamental dalam menyingkap makna di balik setiap fenomena kebudayaan, bahasa, dan tindakan manusia.
Kerangka teoritis yang di usung oleh Ricoeur bersandar pada tiga pilar utama: eksistensialisme, fenomenologi, dan hermeneutika kritis. Pilar eksistensialisme, yang mengambil inspirasi dari pemikiran Heidegger dan Jaspers, mencerminkan keyakinan bahwa makna tidak semata-mata di temukan dalam struktur eksternal, tetapi juga dalam pengalaman eksistensial subjek. Melalui fenomenologi Husserl, Ricoeur membawa hermeneutika menuju pemahaman yang lebih kaya atas proses kesadaran dan penyingkapan makna yang di mediasi oleh bahasa dan simbol.
Hermeneutika menurut Ricoeur bukan sekadar mekanisme penerjemahan makna tekstual dari pengarang kepada pembaca. Ia memandang hermeneutika sebagai teori dinamis yang membuka dialog antara teks, penulis, dan pembaca dalam horizon makna yang terbuka. Ini berarti, pemahaman tidak lagi di fokuskan pada pencarian intensi psikologis penulis, melainkan pada kemungkinan-kemungkinan makna yang di sediakan oleh teks bagi komunitas penafsir di berbagai zaman.
Hipotesis sentral dalam buku ini adalah bahwa hermeneutika dapat menjadi metode ilmiah yang setara, bahkan saling melengkapi dengan metode empiris pada ilmu alam. Ricoeur mempertanyakan apakah mungkin membangun objektivitas dan sistematika dalam penafsiran makna, sebagaimana yang umumnya di lakukan oleh ilmu-ilmu empiris pada penjelasan kausal. Tetapi, Ricoeur menegaskan bahwa dalam kajian humaniora, makna tidak pernah sepenuhnya tunggal ataupun tertutup. Oleh karena itu, hermeneutika menawarkan pendekatan yang menghargai pluralitas makna (polisemi), serta membuka ruang bagi penemuan dan penafsiran ulang secara terus menerus.
Dalam pengembangan metodologi, Ricoeur memperkenalkan konsep distansi (distanciation), yakni perlunya menjaga jarak antara pembaca dan teks agar makna tidak terjebak pada subjektivitas pribadi, namun tetap bersifat reflektif dan kritis. Dengan demikian, proses pemahaman yang di lakukan oleh penafsir mengedepankan posisi kritis, membaca teks sebagai dokumen kebermaknaan dalam tatanan sosial dan historis tertentu.
Lebih jauh, Ricoeur mendudukkan hermeneutika pada relasi dialektis antara penjelasan (explanation) dan pemahaman (understanding). Dalam setiap tindakan interpretasi, penafsiran rasional (scientific explanation) dan pemahaman makna (verstehen) tidak dapat di pisahkan secara mutlak. Kedua pendekatan tersebut harus saling melengkapi agar interpretasi menghasilkan pemahaman yang utuh dan mendalam terhadap suatu objek kajian, baik berupa teks, simbol, maupun tindakan manusia.
Buku ini juga membahas relevansi hermeneutika terhadap ilmu-ilmu humaniora lain, seperti sosiologi, psikologi, teologi, bahkan ilmu sejarah. Ricoeur menolak dikotomi keras antara ilmu alam (natural sciences) dengan ilmu budaya (cultural sciences) yang kerap menempatkan humaniora sebagai disiplin yang subjektif dan tidak sistematis. Sebaliknya, Ricoeur mendorong integrasi metodologis dengan mengakui keunikan serta tuntutan masing-masing bidang pengetahuan.
Salah satu kontribusi penting Ricoeur adalah analisis terhadap simbol sebagai struktur dasar dalam komunikasi manusia. Simbol, menurut Ricoeur, adalah jembatan antara pengalaman empirik dan dimensi transenden. Penafsiran simbol inilah yang menjadi inti dari praksis hermeneutika dalam ilmu-ilmu humaniora. Teks dan tindakan manusia, sebagai simbol, tidak hanya merepresentasikan kenyataan, tetapi juga membuka horizon makna yang baru dan tak terduga.
Lebih jauh, Ricoeur menempatkan tindakan manusia sebagai teks sosial yang dapat dibaca, di interpretasi, dan di analisis secara hermeneutik. Tindakan manusia dalam masyarakat, sebagaimana teks sastra atau dokumen sejarah, menyimpan pelbagai lapisan makna yang perlu di bongkar melalui metode penafsiran yang hati-hati, sistematis, serta reflektif.
Dinamika antara struktur teks dan kreativitas pembaca menjadi karakteristik utama dalam penafsiran menurut Ricoeur. Proses ini melibatkan “penciptaan makna di depan” (eskatologi), bukan sekadar “rekonstruksi makna di belakang” (arkeologi). Dalam kerangka ini, interpretasi terhadap satu objek tidak pernah bersifat final, namun selalu terbuka bagi kemungkinan perubahan makna sesuai dengan perkembangan zaman, konteks sosiokultural, dan horizon pengalaman pembaca.
Hermeneutika juga di posisikan Ricoeur sebagai medan kritis yang mampu menanggapi tantangan ideologi, kekuasaan, dan hegemoni dalam masyarakat modern. Ia mengintegrasikan pembacaan kritis, seperti warisan dari Mazhab Frankfurt, sebagai elemen penting agar hermeneutika tidak sekadar bersifat normatif, tetapi juga progresif dan transformatif dalam tataran praksis sosial.
Melalui landasan filosofis ini, Ricoeur mengupayakan agar hermeneutika tidak mengabaikan dimensi etis dalam praktik interpretasi. Penafsiran hendaknya mampu membangun komunikasi yang adil antara penulis, teks, dan pembaca. Setiap upaya memahami teks juga berarti memahami tanggung jawab moral dan sosial dalam proses penerjemahan makna tersebut di ruang publik.
Konsep hermeneutika Ricoeur akhirnya berfungsi sebagai jembatan epistemologis antara tiga mazhab besar: hermeneutika metodologis (dari Schleiermacher dan Dilthey), hermeneutika filosofis (Heidegger, Gadamer), dan hermeneutika kritis (Habermas, Frankfurt). Dengan demikian, ia mempertemukan kekuatan analitis, reflektif, dan transformasional dalam seluruh kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora kontemporer.
Pentingnya pluralitas makna (polisemi) menjadi ciri khas utama interpretasi Ricoeur. Hermeneutika tidak bertujuan untuk menetapkan makna tunggal dan final, melainkan justru mengapresiasi keberagaman kemungkinan makna dalam setiap teks dan fenomena budaya. Hal ini memberikan peluang bagi perkembangan ilmu humaniora menjadi lebih dialogis, reflektif, dan inklusif.
Hipotesis besar yang diusung dalam buku ini adalah bahwa hermeneutika dapat menghadirkan metode penafsiran yang mampu merespons kompleksitas pengalaman manusia tanpa mengorbankan sistematika dan rasionalitas ilmiah. Dengan demikian, ilmu-ilmu humaniora dapat berdiri sejajar dengan ilmu-ilmu alam, khususnya dalam kejelasan konsep, konsistensi metodologis, dan kontribusi terhadap pemahaman realitas manusia.
Terakhir, buku ini merekomendasikan pentingnya dialog interdisipliner antara berbagai cabang ilmu humaniora dan pengetahuan lain untuk memperkaya horizon pengetahuan bersama. Hermeneutika Ricoeur bukan sekadar metode penafsiran teks, melainkan paradigma interpretasi yang mendasari seluruh aktivitas ilmiah dalam memahami kehidupan manusia secara holistik.