Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)
Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)Selamat Datang di Penerbit LSSK Murtasiya
(Lingkar Studi Sejarah dan Kebudayaan Murtasiya)
Review Buku Sultan Muhammad Al-Fatih: Sang Penakluk Yang Kedatangannya Dikabarkan Oleh Rasulullah Karya Mulkul Farisa Nalva
Muhammad Al-Fatih, nama yang sudah tidak asing lagi bagi para pecinta sejarah abad pertengahan, dikenal sebagai sosok yang mewujudkan penakhlukan Konstantinopel. Peristiwa besar ini terjadi pada tahun 1453 M dan menjadi momen bersejarah yang diaggap oleh para sejarawan sebagai penutup era abad pertengahan sekaligus awal dari masa modern di Eropa. Penakhlukan yang dipimpin oleh Al-Fatih dan pasukannya merupakan bukti nyata terealisasinya salah satu hadits Rasulullah yang berbunyi: “Sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan ditaklukkan. Maka sungguh (panglima pasukan itu) adalah sebaik-baik pemimpin dan sungguh pasukan (penakluk itu) adalah pasukan terbaik” (HR. Al-Haitsami dalam Al-Muatdrak ‘ala Ash-Shahihain 4/46, Ahmad no.18478.
Buku ini merupakan karya Mulkul Farisa Nalva, seorang mahasiswi yang sebelumnya menyelesaika studi S-1 pada Program Studi Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Diterbitkan oleh Checklist, buku ini sudah mencapai cetakan ke-4 pada tahun 2023. Dalam artikel ini, saya akan membahas ulasan buku tentang Sultan Muhammad Al-Fatih, sosok yang dikenal karena strategi luar biasanya dalam menakhlukan Konstantinopel, sebuah kota dengan pertahanan yang sangat kuat dan gagal dikuasai oleh kaum Muslim selama hampir delapan abad.
BAB I: BIOGRAFI MUHAMMAD AL – FATIH
Pada bab ini, penulis tidak hanya menguraikan tentang kelahiran dan kehidupan Muhammad Al-Fatih, tetapi juga mengulas tentang pemerintahan Sultan Murad II, ayahnya. Selain itu, penulis turut menggambarkan latar belakang sejarah, kondisi geografis serta sistem pertahanan yang dimiliki oleh Konstantinopel. Bab ini juga mengupas berbagai upaya penyerangan yang sebelumnya dilakukan oleh umat Islam dalam usaha menaklukkan Konstantinopel, meskipun tidak berhasil.
Muhammad Al-Fatih lahir pada 30 Maret 1432 M di wilayah Utsmaniyah, tepatnya di kota Edirne yang merupakan ibu kota kedua setelah Istanbul dan berlokasi di bagian barat Turki. Ayahnya adalah Sultan Murad II, Sultan keenam dinasti Utsmaniyah, sedangkan ibunya bernama Ratu Himmah Khatun yang diyakini berasal dari latar belakang perbudakan dengan agama asal Kristen. Kakaknya, Sultan Alauddin, berusia tujuh tahun saat Muhammad Al-Fatih dilahirkan.
Dalam penyajian bab ini, penulis banyak memberikan pelajaran berharga kepada pembaca melalui gambaran tentang didikan yang diterima Muhammad Al-Fatih dari para gurunya. Menurut pendapat saya, buku ini cukup mudah dipahami oleh generasi Z. Namun demikian, penulis kurang memberikan keterangan yang detail mengenai sumber informasi yang digunakan. Bab ini secara garis besar mengulas perjalanan hidup Muhammad Al-Fatih dari kelahirannya hingga keberhasilannya menaklukkan Konstantinopel, termasuk pemerintahan ayahnya dan usaha penyerangan sejak masa Khalifah Utsman bin Affan. Meski demikian, saya berpendapat pembahasannya terlalu meluas dan kurang fokus pada konteks yang sesuai dengan judul subbabnya.
BAB II: KECERDASANNYA MENAKLUKKAN KONSTANTINOPEL
Pada bab kedua, penulis menguraikan kronologi peristiwa penaklukan Konstantinopel, dimulai dari persiapan pasukan, strategi, hingga penggunaan persenjataan, serta tindakan yang diambil oleh Muhammad Al-Fatih setelah keberhasilannya merebut kota tersebut. Penulis membahas beragam strategi yang diterapkan oleh Muhammad Al-Fatih, mulai dari melatih pasukannya, mendatangkan insinyur dari Eropa untuk membuat meriam, mempersiapkan armada laut, melakukan negosiasi, menggali terowongan, hingga membangun benteng kayu bergerak. Bahkan, ada strategi yang muncul secara spontan di medan perang tanpa perencanaan sebelumnya. Salah satu strategi paling luar biasa yang dilakukan Al-Fatih adalah memindahkan sekitar 70 kapal armada Utsmani dari Pelabuhan Bosphorus ke Pelabuhan Tanduk Emas dalam satu malam. Kapal-kapal tersebut ditarik melalui perbukitan terjal menggunakan papan kayu yang dilapisi minyak dan lemak—sebuah terobosan yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, baik pada masa itu maupun sesudahnya. Selain itu, Al-Fatih juga berupaya melemahkan semangat pasukan Byzantium dengan taktik perang psikologis, yang menyebabkan musuh hampir frustrasi akibat kelelahan dan tekanan berkelanjutan dari pihak Utsmani.
Namun, dalam bab ini, penulis tidak menyajikan detail lengkap mengenai kronologi penaklukan Konstantinopel. Penjelasannya lebih berupa rangkuman dari peristiwa-peristiwa yang dianggap penting. Selain itu, penulis menyisipkan banyak kutipan surat dan pidato, seperti surat Muhammad Al-Fatih kepada pasukannya atau Kaisar Constantine, pidato Al-Fatih setelah berhasil merebut Konstantinopel, serta pidato Constantine kepada rakyatnya menjelang penaklukan. Sayangnya, kutipan-kutipan tersebut hanya disampaikan dalam bentuk paragraf tanpa bukti konkret seperti teks asli atau foto dokumen. Hal ini dapat memunculkan keraguan apakah isinya benar-benar sesuai dengan fakta sejarah atau hanya merupakan interpretasi yang diparafrase oleh penulis.
Selain itu, buku ini juga memperlihatkan beberapa kekurangan dalam penulisan kronologi, seperti ketidaktepatan tanggal dan ketidakkonsistenan penggunaan sistem kalender. Dalam beberapa bagian, penulis mencantumkan tanggal hijriah dan masehi secara bersamaan, tetapi di bagian lain hanya menyebutkan tanggal masehi saja, yang menambah kompleksitas dalam memahami urutan kejadian secara akurat.
BAB III: SOSOK DIBALIK KEMENANGAN MUHAMMAD AL-FATIH
Pada bab ini, penulis hanya memberikan gambaran singkat mengenai biografi salah satu guru Muhammad Al-Fatih, yaitu Syekh Aaq Syamsuddin. Namun, penulis tampaknya kurang konsisten, sebab dalam bab pertama disebutkan bahwa Muhammad Al-Fatih dibimbing oleh dua guru, yakni Syekh Aaq Syamsuddin dan Syekh Al-Kurani. Dengan hanya menyoroti peran Syekh Aaq Syamsuddin dalam bab ini, kesan yang muncul seolah-olah hanya beliau yang memiliki andil besar dalam membentuk kepribadian serta mendukung Muhammad Al-Fatih untuk menaklukkan Konstantinopel. Padahal, sebelumnya dijelaskan bahwa Sultan Murad II, ayah Muhammad Al-Fatih, pertama kali menyerahkan tanggung jawab untuk mendidik putranya kepada Syekh Al-Kurani, bahkan memberikan cambuk sebagai bagian dari metode pendidikan. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan yang kurang seimbang dalam penyampaian peran kedua guru tersebut.
BAB IV: PENAKLUKKAN ITU TELAH MENGUBAH PETA DUNIA
Pada bab ini, penulis lebih menekankan pada ekspresi mengenai penaklukan Konstantinopel oleh kaum Muslimin, baik dari sudut pandang masyarakat Barat, yakni penduduk Eropa yang mayoritasnya beragama Kristen, maupun dari perspektif masyarakat Timur, yaitu penduduk Asia dan Afrika yang mayoritasnya beragama Islam. Namun, penulis hanya memberikan contoh surat dari Muhammad Al-Fatih kepada penguasa Islam tanpa menghadirkan contoh surat kepada pemimpin Kristen. Menurut saya, hal ini menunjukkan kecenderungan penulis untuk lebih menonjolkan perspektif keislaman, sehingga karya ini terlihat kurang moderat dalam penyajiannya. Selain itu, dalam bab ini juga tidak ditemukan korelasi yang jelas antara subjudul dengan isi pembahasannya, sebab penulis tidak menguraikan bagaimana perubahan peta dunia terjadi akibat penaklukan Konstantinopel tersebut.
BAB V: LEMBARAN KISAH MUHAMMAD AL-FATIH
Dalam bab ini, penulis menguraikan beberapa kisah tentang Muhammad Al-Fatih yang sekaligus menjadi refleksi sifat-sifat yang dimiliki oleh tokoh tersebut. Selain itu, penulis juga menyampaikan beragam peristiwa yang sebelumnya tidak pernah disinggung dalam bab-bab sebelumnya, seperti konflik antara pasukan Utsmani dan pasukan Bughdan di wilayah Balkan. Menurut pandangan saya, terdapat kurangnya ketelitian dari penulis dalam menyebutkan berbagai peristiwa yang terjadi selama penaklukan Konstantinopel, mulai dari awal hingga akhir. Hal ini dapat memunculkan keraguan di kalangan pembaca mengenai kebenaran sejarah yang disampaikan—apakah benar peristiwa-peristiwa tersebut terjadi, ataukah hanya sebatas tambahan untuk memperkaya isi buku.
BAB VI: KONTRIBUSI MUHAMMAD AL-FATIH
Dalam bab ini, penulis menyampaikan kontribusi Muhammad Al-Fatih di berbagai sektor dengan jelas dan mendetail. Penjelasannya tidak bersifat terlalu umum, melainkan dirinci secara spesifik sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Menurut saya, penulis menunjukkan ketelitian yang tinggi dalam memaparkan informasi ini. Pembagian berdasarkan subbab dilakukan dengan baik, sehingga tidak mencampurkan isu-isu terlalu luas seperti ekonomi, politik, atau pertahanan tanpa penjelasan yang terfokus.
Penulis juga menjelaskan bahwa Muhammad Al-Fatih memberikan kedudukan strategis kepada para ulama sebagai menteri atau pejabat penting lainnya. Selain itu, ia mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengutus orang Kristen untuk mengawasi kinerja dari para pejabat yang dipilihnya. Hal ini mencerminkan sikap keadilan yang ditegaskan oleh penulis dalam menggambarkan kepemimpinan Muhammad Al-Fatih. Meski Daulah Utsmaniyah berlandaskan asas Islam, baik dalam pembuatan peraturan maupun struktur pemerintahannya, Al-Fatih tetap menjaga keseimbangan dan keadilan dalam menjalankan kebijakan. Ketegasan Al-Fatih juga ditampilkan secara jelas, di mana ia tidak memberikan toleransi atas pelanggaran syariat Islam, bahkan jika pelaku adalah anaknya sendiri, sebagaimana dijelaskan dalam bab ini.
BAB VII: WASIAT MUHAMMAD AL-FATIH KEPADA PUTRANYA
Dalam bab ini, penulis tidak hanya menjelaskan surat wasiat dari Muhammad Al-Fatih kepada putranya, tetapi juga menggali hikmah-hikmah yang dapat diambil dari surat tersebut. Namun, ketika menyampaikan isi surat wasiat itu, penulis tidak menyertakan bukti asli atau teks surat dalam bentuk autentik. Sebaliknya, ia langsung menuliskannya dalam bahasa Indonesia dalam paragraf yang dibedakan dengan penggunaan tulisan miring. Bagi saya, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keaslian isi surat itu. Apakah benar isinya murni seperti itu, atau sudah mengalami perubahan yang disesuaikan?
Penulis juga membahas detik-detik wafatnya Muhammad Al-Fatih, tetapi tanpa memberikan detail seperti lokasi pasti wafatnya beliau, di mana jenazahnya dimakamkan, maupun penyakit apa yang dideritanya. Menurut saya, kurangnya data spesifik dalam bagian ini memunculkan tanda tanya terkait apa yang dilakukan pasukan Utsmani saat Muhammad Al-Fatih wafat serta di mana tepatnya mereka memakamkan jenazahnya.
Bab VII: Muhammad Al-Fatih dalam Timbangan Sejarah
Pada bab ini, penulis mengulas sosok Muhammad Al-Fatih dalam berbagai perspektif sejarah Islam. Penulis juga membahas gelar-gelar yang disematkan kepadanya dari sudut pandang sejarawan Muslim maupun Eropa. Selain itu, terdapat subjudul yang membahas tentang perkataan Muhammad Al-Fatih. Namun, kutipan tersebut ditulis dalam bentuk paragraf biasa tanpa format khusus seperti teks miring ataupun bukti pendukung yang jelas. Hal ini membuat saya mempertanyakan keabsahan kutipan tersebut. Apakah benar Muhammad Al-Fatih pernah mengucapkan kata-kata itu? Dari mana sumbernya? Apakah beliau sendiri yang menulisnya, atau ada saksi yang mendengar dan mencatatnya?
Sebagai kesimpulan, saya berpendapat bahwa meskipun buku ini cukup saya rekomendasikan karena gaya tulisannya yang mudah dipahami dan ringkas untuk memperdalam wawasan tentang sejarah Islam, buku ini kurang dapat dijadikan rujukan akademis dalam riset atau penelitian serius. Kelemahan terbesar terletak pada minimnya bukti pendukung untuk memperkuat narasi yang disajikan oleh penulis.